Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

[Studi Kasus] Menaikkan Ranking Website dengan Internal Link

Jujur aja artikel saya kali ini terinspirasi banget dari studi kasus yang pernah dilakukan Om Irvan di blognya irvantaufik.me. Beliau membuat artikel berjudul "[studi kasus] Menaikkan Ranking Dengan Internal Link".

Hasilnya wow banget optimasi yang dilakukan beliau. Dari yang awalnya stuck di halaman ke-4 dan ke-5 Google, sampai akhirnya berhasil masuk ke page one Google urutan 6 dan 7 dengan keyword yang sangat berat, yaitu "hosting terbaik indonesia" dan "kursus seo".

Seperti yang kita ketahui kalau kata kunci kayak gitu pasti pesaingnya website-website registrar penyedia domain dan hosting di Indonesia ataupun luar negeri dan digital marketing agency jika urusan SEO.

cara menaikkan ranking website dengan internal link

Target Keyword untuk Internal Link

Balik lagi ke tujuan awal. Artikel dari blog ini yang ingin saya naikkan rankingnya adalah ini "12 Pemendek URL Terbaik". Lalu, untuk keyword yang saya incar adalah "short link terbaik".

Memang dalam judul ataupun URL tidak mengandung exact keyword, tetapi ada sinonim dari short link itu sendiri, yakni pemendek url. Oh ya, untuk track ranking artikel itu di SERP saya pakai free webtool Whatsmyserp.

peringkat blog sebelum optimasi internal link

Detail tentang kata kunci yang diincar (short link terbaik) :

  • Allintitle sebanyak 71 artikel yang mengandung exact keyword di judul
  • Search volume : 880, SEO difficulty : 25 menurut data Ubersuggest
  • Search volume : 590 menurut data Whatsmyserp

Kalau dilihat dari data sih nggak terlalu ketat banget ya persaingan di hasil pencarian. Namun, kalau dicek langsung ada beberapa web registrar yang muncul di SERP, seperti Niagahoster (dapet featured snippet malah), Dewaweb, Jetorbit, dan IdCloudHost.

Kondisi Konten Sebelum Dioptimasi

Artikel tersebut sehari-harinya mendapatkan traffic organic Google sekitar 15-30 klik jika dilihat dari data Google Search Console. Posisi artikel tidak ada backlink sama sekali.

Bahkan, artikel itu belum saya beri internal link satu pun dari artikel lain yang berbeda kategori di blog saya ini ataupun yang sekategori. Meski begitu, artikel tersebut sudah menempati ranking 15 di keyword yang saya incar.

Jadi, artikel tentang pemendek url terbaik itu nggak akan saya update untuk studi kasus ini. Saya biarin apa adanya karena fokus saya adalah membangun supporting content. Saya anggap artikel itu sebagai content pillar.

Metode Internal Link yang Dipakai

Karena saya menganggap artikel itu sebagai konten pillar, berarti strategi internal link yang akan saya pakai adalah dengan membuat artikel pendukung yang akan saya selipkan internal link di dalamnya.

Kira-kira saya akan membuat 3 artikel dahulu sebagai artikel pendukung. Jika masih belum terlihat signifikan dampaknya, akan saya evaluasi lagi nanti.

Oh ya, skema internal link yang saya pakai di sini adalah Link Wheel alias internal link yang berputar tanpa putus kayak roda. Perumpamaannya bisa cek gambar di bawah.

internal link link wheel

Semakin banyak artikel pendukung tentu struktur 'roda' tersebut akan semakin kuat. Namun, dalam studi kasus ini saya hanya bikin 3 aja sih rencananya karena agak malas bikin banyak artikel hahah.

Metodenya begini beberapa artikel pendukung memberikan internal link ke artikel pilar sekaligus memberikan internal link ke artikel pendukung lainnya. Tidak menutup kemungkinan ada feedback link dari artikel pilar ke pendukung.

Hasil Optimasi Internal Link

Nah, di sini saya akan memperlihatkan perkembangan ranking artikel dari hasil optimasi internal link. Nggak menentu sih kapan akan saya update berkalanya. Bisa 5 hari sekali atau 1 minggu sekali saya update studi kasus ini.

#Awal Optimasi, 1 September 2021

Yang saya lakukan antara lain :

  • Menentukan 1 keyword utama untuk internal link
  • Membuat 1 artikel pendukung untuk artikel pilar

#Update 4 September 2021

Pada tanggal ini saya membuat 1 lagi artikel pendukung guna meningkatkan Page Authority artikel yang ingin saya naikkan peringkatnya di Google.

cara meningkatkan peringkat blogger

Tiga hari setelah awal optimasi sudah mengalami kenaikan 4 peringkat dari yang awalnya di ranking 15 untuk pencarian di Google.co.id mobile. Asumsi awal kenaikan peringkat ini terjadi karena dua artikel pendukung yang sudah diindeks dan mendapatkan traffic.

Saya lihat di page one tidak banyak mengalami perubahan posisi website di keyword "short link terbaik". Asumsi saya para kompetitor tidak sedang melakukan optimasi penguatan posisi dengan penambahan backlink misal.

Let's see gimana hasilnya dengan memberikan satu internal link. Apakah ranking blog ada kenaikan sedikit atau masih stuck? Daripada bosen nunggu lama update studi kasus ini, cek artikel saya tentang Blogging lainnya ya.

Andhika YP
Andhika YP Halo, nama saya Andhika YP. Situs andhikayp.com ini digunakan sebagai blog pribadi. Saya pernah magang di Kotakode sebagai SEO Analyst. Jangan lupa follow Instagram saya yaa!

Post a Comment for "[Studi Kasus] Menaikkan Ranking Website dengan Internal Link"

Bantu saya meningkatkan User Experience blog ini dengan mengisi survey singkat kurang dari 2 menit ini
Isi survey